Halaman

puisi


embun
menikmati setitik embun pagi membuatku tersentak dan tersadar
bahwa waktu terus berputar tanpa pernah ku mengerti maksudnya
menantimu sudah cukup untukku memahami segalanya
mencintaimu sudah cukup untukku mengurai derai air mata ini
terus bersamamu adalah kebodohan yang berusaha ku hapus dalam ingatan 
membiarkanmu bersama yang lain adalah kejujuran yang berusaha kau ucapkan
menjauhlah sesuka yang kau bisa
hingga kau muak dengan segala yang kau punya
30 november 2012



Saat ini
gemericik hujan mulai bersenandung
ketika ku lihat semuanya menjauh dari pandangan 
berlari secepat yang ku bisa 
saat tandu itu mulai mengecil dimataku
menguap sudah semua yang ingin kulakukan untuknya
menghilang, semua harapan indah yang ku rangkai hanya untuk seulas senyum merekah di bibir indahnya
gemericiknya semakin menggemakan telinga
potretnya semakin jelas di mataku
sesingkat inikah waktu yang Kau berikan untuk bidadari hidupku
bahkan setuhannya bagai angin yang menyentuh setiap helaian rambut menari-nari
hanya tangannya yang dingin serta tubuh kakunya yang terukir sangat dalam juga perih
semuanya terasa berakhir, bahkan hingga detik ini
for My Angel and My Hero in my life and my heart 
I will always loved you
I miss you so much mom and my little sister Siti Rahmah
I want to see you in my dream
God please accept it, because just in my dream I can see my mother and my little sister Siti Rahmah






Berhentilah menatapku,
karena takkan pernah sedikitpun kupalingkan wajahnya padamu
Bagi kau hanyalah cerita, tak akan pernah lebih dari itu
Semua hanya nyata dalam ingatanmu saja
Tak terlintas sedikitpun nyata bagiku
Terlalu banyak hitam yang menghitam dalam warna ingatan
Hingga nantipun tak akan pernah bisa membuatnya sama
Pergilah sejauh yang kau bisa
Berlari sekencang-kencangnya
Semuanya terasa indah tanpa hadirnya
Mengenalmu adalah luka dan kesalahan
Berhentilah mengejar janji yang tak akan pernah kuharap hadirnya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar